Setelah sekian lama akhirnya gw menulis lagi.. Di tengah-tengah kesibukan stase di Penyakit Dalam yang tinggal 9 hari lagi ujian, gw yang masih ngerasa ilmu gw "kosong" banget malah duduk di depan laptop saat ini dan menulis..
huuu ga penting..
Gw teringat akan post gw beberapa waktu yang lalu yang judulnya "Obrolan seputar Cinta". Akhir-akhir ini gw agak memikirkan bagian dari tulisan itu yang menceritakan tentang hormon-hormon yang bekerja saat kita jatuh cinta. Seperti Dopamin dan Serotonin.
Dengan jumlah serotonin yang cukup dapat mencegah seseorang untuk mengalami depresi..maka dibutuhkan kadar keseimbangan tertentu untuk mempertahankan suasana perasaan atau gejolak hati seseorang agar tetap dalam batas normal..
Mungkin blom banyak yang tahu bahwa kadar keseimbangan jumlah hormon Serotonin pada orang yang jatuh cinta sama dengan kadar pada orang yang sedang serangan Psikosis Akut atau bahasa awamnya "orang gila yang lagi kumat"..
ok… make sense.. thats why people whose fallin in love always trying to do crazy things…
Pada orang psikosis akut, kemampuannya dalam menilai realita sangatlah berkurang sampai tahap yang sangat kritis maka tentunya tak asing bagi kita bila melihat ada orang gila yang berbicara sendiri, tertawa sendiri, melakukan hal-hal aneh yang tidak masuk akal dan tidak sesuai lingkungan setempat serta emosi yang sangat lah labil kadang marah..kadang ketawa2.. Hal serupa pasti pernah kita lihat atau alami bagi yang pernah jatuh cinta kan?
ya minimal senyum2 sendiri lah.. hehehe..
Begitu juga dengan dopamin, pada orang yang sedang jatuh cinta jumlah zat ini meningkat cukup tajam. Pada orang normal, zat ini dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung yang otomatis meningkatkan curahan darah ke organ-organ di tubuh sehingga dapat mengakibatkan wajah tampak memerah, dada berdebar-debar serta meningkatkan aliran energi pada keempat ekstremitas tangan dan kaki. Sehingga tak heran orang yang sedang jatuh cinta dapat mengerjakan hal-hal yang luar biasa seperti menerjang badai dan mendaki gunung tertinggi untuk menggapai cintanya (klasik abis)..
Dopamin ini juga dipakai oleh dokter dalam keperluan klinik ketika seseorang sedang dalam kondisi kesehatan yang kritis atau sekarat, sehingga diharapkan dapat mempertahankan kekuatan denyut jantung dan aliran darah ke organ-organ perifer dari si pasien..
Maka tidak heran kalo di film-film kita sering lihat ada adegan seseorang kembali dari kematian (atau hampir kematian) ketika dipeluk atau dikecup sang kekasih…
Masih inget film Snow White kan…
But love is not that simple..
It is as complicate as people itself..
million.. even billion people experiences with love, but everybody have their own way to define the "love" word.. No one ever published a book or standard procedure of "How to love someone".. No one have the same experiences as the others..
Everybody have their own way.. their own adventure..
Recent Comments