Seminggu di puskesmas ngesrep!
Selama 7×24 jam gw ama widi standby di puskesmas Ngesrep. Dibilang standby ya ngga juga sih, wong kita kerjaannya di kamar dan bila ada pasien yang akan bersalin kita baru dipanggil. Dan pada kenyataannya selama disini kita tidak pernah dipanggil. Ya, kita ngga ada pasien selama 7 hari disini, mungkin pasien2 disini tahu yang menangani ko ass jadi enggan untuk datang kesini atau saking banyaknya bidan praktek disekitar puskesmas yang (mungkin) biaya persalinan disana lebih murah dan tentunya mereka lebih jago dalam menolong persalinan atau mungkin juga mereka malu karena yang menolong persalinan di puskesmas keren dan ganteng (apa coba?).
Alhasil, karena tidak mendapatkan pasien di rumah bersalin akhirnya kita akhirnya hanya mengikuti kegiatan harian di puskesmas seperti kontrol kesehatan ibu dan anak, imunisasi, KB dan Posyandu di daerah binaan. Kegiatan berlangsung dari jam 8.00 sampai dengan jam 11.00 selanjutnya kita naik ke kamar untuk makan siang. Makan siang diberikan jam 11.00 setelah itu biasanya kita tidur dan ketika bangun (sekitar jam4-5) makanan untuk jatah malam sudah tersedia maka acara biasa kita lanjutkan dengan makan lagi setelah mandi sore. Makanan yang mengingatkan gw ma widi sama makanan rumah, dan disajikan hangat. Setelah makan, karena perut kenyang dan ngga ada kerjaan biasanya mulai ngantuk lagi jadilah kita lanjutkan tidur yang sempat tertunda tadi. Jadi kerjaan kita selama disana paling makan-tidur-makan-tidur.
Kamar buat ko ass di puskesmas berfasilitas sangat cukup untuk kita (maksudnya berfasilitas secukupnya). Kamar dibagi 2 ruang untuk beristirahat (kamar tidur) dan kamar depan untuk ruang makan. Di depan kamar terdapat teras dan karena kamar untuk koass ini berada pada dataran tertinggi di areal puskesmas maka kita bisa makan siang/pagi sambil melihat pemandangan dibawah (puskesmas bagian bawah maksudnya). 
Di kamar tidur sendiri disediakan hiburan berupa tv, tapi entah sudah sejak tahun berapa tv itu ada di kamar ini (ada tulisan "irawan" mungkin itu nama koass jaman perang dulu yang rela menyumbangkan tv di kamar ini) karena tv yang disediakan ternyata tv hitam putih yang mencari channel nya dengan cara diputar layaknya mencari gelombang radio. Untungnya gw bawa laptop jadi bisa nonton di laptop.
Karena banyaknya waktu luang disini, gw ma widi lebih banyak menghabiskan waktu dengan internetan, nonton tv dan tidur. Oiya tidak lupa makan.
Overall, hidup di puskesmas itu menyenangkan buat temen2 yang suka akan ketenangan. tapi tentunya sangat tidak cocok bagi yang menyukai tantangan. Tapi puskesmas yang gw tempatin ini kan masih deket dengan pusat kota dimana pada kasus2 gawat orang akan cenderung untuk membawanya ke rs besar. Tapi kalo di puskesmas di pedalaman misalnya di Pulau Komodo atau di Wamena sana mungkin kasusnya akan lebih beragam. Pernah ada kakak kelas yang cerita disana kasus2 seperti orang ketusuk tombak dan digigit binatang buas merupakan kasus sehari2.
tenangnya hidup di puskesmas…

lu nambah berapa kilo di ngesrep ut? gue lumayan laaah…2,5 kilo bo!!! hehehe
ga jauh beda ama lu bedua…kita2 juga cuma
makan-tidur-makan
kalo pun si bel berbunyi… langsung disuruh rujuk (jadi spesialis rujuk deh T_T)
aplagi kalo bel SD sebelah bunyi…. suka kecele’ kirain bel bu bidan =D
we called it: villa ngesrep indah…