29
Mar
07

Ke Jakarta ku kan kembali

Hari terakhir gw di jakarta. Ada pengalaman baru pada kesempatan pulang kali ini, naik busway! (maklumlah orang desa blom pernah naik). Sebuah kemajuan yang sangat membantu untuk memecahkan masalah transportasi di jakarta. Sebuah alat transportasi modern, nyaman dan dengan harga yang terjangkau. Ngga sabar rasanya nungguin proyek monorail selesai. Selain untuk transportasi, sarana ini juga dapat dijadikan tempat rekreasi bagi yang ingin berkeliling melihat hirukpikuk jakarta yang tidak pernah berhenti berdenyut.
Sepertinya menyenangkan kalo di Semarang dibangun juga infrastruktur transportasi seperti di jakarta. Sayangnya angkutan umum yang biasa gw pake di Semarang lebih banyak menggunakan gigi mundur dibandingkan gigi maju atau istilah kerennya "ngetem". Hal ini cukup mengganggu penumpang, apalagi yang sedang mengejar waktu. Kadang gw pengen banget ngejitak kepala supirnya kalo dia ngetem lama banget, pernah gw liat si supir rela untuk memundurkan mobilnya sejauh 100m cuma untuk mengejar penumpang. Ngga heran penumpang yang menaiki cuma dari kalangan menengah ke bawah karena mereka menaikinya juga karena terpaksa. Beda dengan penduduk jakarta yang cenderung mencari alternatif yang lebih praktis dengan menaiki kendaraan umum. Hal ini dikarenakan kemacetan yang bisa dibilang mulai ‘menggila’, tarif parkir yang cukup mahal per jamnya, dan beberapa masalah lainnya bila membawa kendaraan pribadi di jakarta. Hal ini juga didukung dengan memadainya sarana transportasi yang cukup baik dan nyaman, ditambah lagi dengan sarana busway yang ‘anti macet’. Kapan ya Semarang memiliki inovasi dalam alat transportasi? Mumpung blom macet seperti di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.Buswaykecil




0 Responses to “Ke Jakarta ku kan kembali”


  1. No Comments

Leave a Reply