Selasa 16 Januari 2007 pukul 22.30 waktu kamar kos..
Blog gw yang pertama untuk tahun ini. Gw mau ngucapin selamat tahun baru 2007 untuk semuanya terutama pengunjung blog gw ini. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kesempatan berharga untuk belajar, bekerja, beramal dan meningkatkan kualitas hidup kita.
Sudah beberapa minggu sejak terakhir gw mem-post blog gw yang terakhir, ini ngga lepas dari padat nya kurikulum di stase bagian anak yang bener2 menguras tidak hanya otak dan pikiran tapi juga fisik jasmani gw. By the way, 2 minggu lagi gw ujian akhir stase anak. Doakan mendapat kemudahan dan keberuntungan ya! Karena bekal teori tidak akan cukup tanpa keberuntungan yang memadai. Beserta doa tentunya.
Kesempatan ini gw mau cerita tentang pengalaman pertama gw jaga UGD di kariadi atau bahasa kerennya ER (Emergency Room). Alhamdulillah pada hari pertama gw jaga UGD (sehari sebelum tahun baru) di bagian anak tidak ada pasien yang datang dengan kegawatan yang cukup berarti. Paling parah cuma pasien yang datang dengan muntah2 darah karena Demam berdarah. Kebetulan di Semarang bulan ini lagi outbreak penyakit demam berdarah.
Yang mau gw ceritain, waktu itu sekitar jam setengah sebelasan pasien anak lagi sepi. Semua pasien yang datang udah dimasukin ke bangsal ataupun dipulangkan dengan rawat jalan. Tiba2 dari kejauhan terdengar suara brankard (tempat tidur rumah sakit yang ada rodanya) yang didorong dengan cepat. Seketika itu juga tampak seorang wanita gemuk yang sudah lanjut usia (sekitar 60-70 an lah) yang terbaring tidak sadar diatas barankard yang sedang didorong dengan sangat cepat itu. Yang menarik, diatas tubuh wanita tua itu, ada seorang wanita muda yang duduk diatas nya dengan tangannya menyentuh dada wanita tua. Wanita muda itu melakukan gerakan seperti memompa dan diselingi dengan meniup mulut wanita tua itu. Ya, wanita muda tersebut sedang melakukan CPR (Cardio Pulmoner Resuscitation) untuk membantu jantung dan pernafasan wanita tua itu. Seketika itu juga ketika brankard telah sampai di UGD, semua tenaga medis yang ada disitu segera bergerak cepat melakukan pertolongan terhadap wanita tua itu. Tanpa perintah, tanpa ada memberi komando, semua secara otomatis melakukan tugasnya masing2 tanpa bertabrakan. Tanpa kesalahan. Ada yang segera melakukan ventilasi bertekanan menggunakan kantung bagging untuk memompa nafas wanita itu. Ada yang memasang alat untuk memonitor tanda vital wanita tersebut. Ada yang dengan seluruh tenaganya memompa dada wanita tersebut untuk menggantikan kerja jantungnya. Ada yang menyiapkan obat-obatan dan infus untuk diinjeksikan kepada wanita tersebut kapanpun diperlukan. Sebuah harmonisasi yang indah dari spontanitas yang muncul dari semua orang disitu.
Gw terkesima sampai2 gw ngga bisa mengedipkan mata ketika melihat kejadian itu. Dengan berlomba dengan waktu, tercipta sebuah kerjasama yang harmonis dan terstruktur untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Mengapa berlomba dengan waktu? karena dengan kegagalan jantung untuk bekerja dalam 30 detik sudah mulai terjadi kerusakan permanen pada otak yang tentunya akan mengurangi kualitas hidup wanita itu bahkan sampai kematian.
Pada akhirnya sih, wanita tersebut akhirnya meninggal juga. Tapi semua usaha yang dilakukan para tenaga medis itu tentunya patut diberi penghargaan tinggi. Pekerjaan yang mereka lakukan merupakan penghargaan yang sangat tinggi terhadap nilai dari sebuah nyawa manusia.
O ya, tadi malam gw jaga UGD lagi gantiin Paska yang mau maju Kasus Besar. Sepi sih, dalam semalaman hanya 4 pasien, itupun tidak ada yang gawat. Cuma ada beberapa hal yang mengganggu pikiran gw, mengingat kejadian diatas tadi sepertinya kita (para coass) masih harus banyak belajar untuk mengerti tugas dan kewajiban kita disini. Masih sering gw temuin saling lempar tanggung jawab diantara kita (termasuk gw juga sih). Ya, semoga ke depannya kita semakin sadar akan tugas dan niat awal kita berada di lingkungan ini.
…btw starone sekarang internetannya mahal ya..??!! harus cari alternatif lain nih…
0 Responses to “Berlomba dengan waktu.”
Leave a Reply