Kemarin gw ngobrol dengan seorang teman yang sedang stase di bagian anak. Stase dengan tingkat mortalitas (kematian) yang cukup tinggi. Bagian yang tidak ada istirahatnya, selalu sibuk selama 24 jam. Hampir setiap hari ada anak yang tidak kuat dengan penyakitnya dan meninggalkan dunia ini. Di saat yang bersamaan, kembali masuk anak baru ke rumah sakit dengan keluhan penyakit yang berbeda-beda.
Yang menjadi perhatian gw, ada beberapa kejadian yang seolah-olah tidak ditanggapi dengan serius bahkan cenderung bercanda. Ada perbuatan praktisi medis yang membuat maut menjemput si anak dengan lebih cepat. Contoh kecil seperti tidak memperhatikan pengawasan dengan baik sehingga anak tersebut lepas dari pengawasan. Mungkin ditinggal tidur. Mungkin ditinggal mandi. Lepas 5 menit, anak tersebut sudah mati. Yang parah, ada yang dengan sengaja mencoba menghentikan usaha si anak untuk hidup. Kasarnya membunuhnya. Walaupun dengan cara yang sehalus mungkin. Tanpa sepengetahuan orangtuanya tentunya. Dan itu dilakukan tanpa sedikitpun rasa bersalah.
Tidak habis pikir. Tidak pernahkah terbersit bahwa anak tersebut juga manusia? Manusia yang sama seperti kita. Yang berhak mendapatkan pertolongan ketika dia membutuhkan. Seberapapun capeknya, seberapapun sibuknya. Jangan pernah menjadi alasan untuk menyerah menolongnya. Karena disaat kita membutuhkan pertolongan orang lain. Kita tidak pernah mengharapkan orang lain untuk menyerah saat menolong kita bukan?
Minggu depan gw masuk stase di bagian anak. Jadi junior. Semoga gw ngga seperti itu dan tetap menjalankan tugas tanpa menyerah. Mengutip dari blog temen gw sari yang kurang lebih seperti ini:
"Seorang dokter mungkin sudah ribuan kali menghadapi penyakit, penderitaan dan kematian manusia sehingga itu membuatnya menjadi seperti mesin yang tidak berperasaan. Tapi sadarlah bahwa pasien yang mati itu, yang sakit itu, keluarga yang menderita itu mungkin sedang menjalani pengalaman yang pertama bagi mereka. Setiap perkataan dan perbuatan dokter yang tidak mengindahkan perasaan manusia tentunya akan sangat membekas di hati mereka".
Makanya, mbok yao gunakan perasaan sedikit. Ingatlah tugas awal kita disini. Kita disini untuk membantu orang lain, bukan hanya menjual keahlian kita demi harta semata.
“Yang parah, ada yang dengan ….Dan itu dilakukan tanpa sedikitpun rasa bersalah”
iya ut? gw jd serem….
Hey! Nice wordpress blog, I’m making my own soon and I’m just wondering if you can help me out. What themes and plugins are you using, if you don’t mind sharing? Thanks.