Archive for November 20th, 2006

20
Nov

mahasiswa kedokteran dan mahasiswa kesehatan

Sabtu 18 November 2006 pukul 22.04

Saat ini gw sedang menjalani minggu ke-2 dari 4 minggu stase di bagian radiologi. Di stase ini bukan hanya siswa kedokteran yang studi disini tapi juga mahasiswa akademi radiologi (ATRO) dan mahasiswa politeknik kesehatan (Poltekkes). Hari pertama kami masuk bagian ini juga bersamaan dengan mereka. Sama-sama anak baru. Akan tetapi lama kelamaan ada beberapa hal yang mulai menarik perhatian gw akan perbedaan dari mahasiswa kedokteran dan mahasiswa "kesehatan" (gw sebut kesehatan karena sama2 di bidang kesehatan tapi mereka bukan dokter).
Hari pertama orientasi kami duduk di ruang diskusi mendengarkan pengarahan bahwa kami harus belajar cara2 membaca foto mulai dari foto rontgen, usg, ct scan, sampai yang canggih n mahal foto MRI. Sedangkan para mahasiswa kesehatan, dari sepenglihatan gw sih diajarkan cara bekerja menjadi karyawan di bagian itu. Mulai dari alur administrasi pasien di loket-pemeriksaan-pembayaran sampai dengan pengarsipan hasil foto dari mulai dicetak-dimasukkan amplop-diberikan ke dokter untuk dibaca-diantar lagi ke loket pengambilan. Intinya mereka diajarkan untuk bekerja menjadi tenaga bantuan yang menurut gw tidak ada hubungannya sama sekali dengan disiplin ilmu mereka.
Sedangkan kami para dokter muda, dipersilakan untuk belajar radiologi cara2 membaca foto, teknik pembuatan dan hal2 medis lainnya dengan melihat2 hasil foto. Tugas lainnya hanya mengikuti tentiran dan membuat catatan kasus yang pastinya berkaitan erat dengan disiplin ilmu kedokteran. Terkadang, kalo para dokter muda ini lagi bosen membaca foto biasanya ngumpul di ruang mahasiswa untuk istirahat, makan bahkan tidur!
Kadang gw berpikir, bagaimana pandangan mereka ya saat melihat kita. Disaat mereka harus belajar di sela-sela tuntutan tugas untuk bekerja, para dokter muda itu belajar malah semaunya. Sesantai mungkin.
Kalo kata teman gw yuma, antara para mahasiswa kedokteran dengan mahasiswa kesehatan itu ada sebuah gap sosial yang menghambat hubungan di antaranya. Terkadang mereka segan untuk kenal dengan para dokter muda itu. Kalo papasan, paling banter cuman senyum. Jarang yang memulai menegur sapa dan mengajak kenal dengan akrab. Ini tentunya tidak lepas dari realita bahwa para mahasiswa kedokteran itu nantinya akan menjadi seorang dokter yang bisa dibilang memiliki strata paling tinggi di rumah sakit sedangkan mereka paling tinggi hanya bisa menjadi pegawai rumah sakit.
Nah, bicara soal gap sosial itu. Sangat jarang mahasiswa kedokteran yang kenal akrab dengan para mahasiswa kesehatan tersebut, tetapi ada satu pengecualian yaitu ada temen gw yang bernama Yuma. Dia kenal dengan beberapa mahasiswa kesehatan tersebut. Beberapanya bahkan cukup akrab dengan dia. Gw sempet kagum dengan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hampir semua orang di lingkungan radiologi kenal dengan dia. Hanya dalam waktu 2 minggu! Luar biasa menurut gw. Gw sempet nanya apa rahasianya.
Dia cuma jawab,

"Ya aku ajak kenalan aja. Hai namaku aulia (aulia yuma) nama kamu siapa? Trus kita kenalan deh".
"Sesimpel itu?".
"Ya, sesimpel itu".

Yuma bilang ke gw kalo dia sangat tersentuh dengan kata2 di film The Godfather yang bunyinya

"We never know when we need friends. But I dont mind to offer mine first".

Yup. Kita ngga bakal tau kapan kita bakal butuh orang lain, entah untuk bantuannya ataupun hanya sekedar menemani. Tapi toh tidak ada salahnya bila kita memulainya duluan. Gw sangat tersentuh dengan sikap yuma. Luar biasa. Seperti kembali ke masa kecil dimana kita bisa bermain dengan siapa pun tanpa melihat siapa dan apa latar belakangnya.
Siangnya ada acara halal bihalal di radiologi. Ustadz nya yang merupakan salah satu anggota DPRD di semarang lagi-lagi ngasih tausyiah tentang pentingnya menjalin silaturahmi.

"Barangsiapa yang menjalin silaturahmi dengan sesamanya maka akan dipanjangkan umur dan dilebarkan rezekinya".

Amien. Amien.Alat20milyar_1

alat MRI 20 milyar………