Archive for March, 2006

11
Mar

Maaf tidak memperbaiki segalanya

10 Maret 2006

Hari ini gw mendapat pelajaran yang sangat berharga buat hidup gw. Dari kejadian hari ini gw jadi bisa lebih menghargai apa yang gw punya sekarang ini. Hari ini gw telah membuat sakit hati teman2 gw, dimana beberapa diantaranya adalah teman baik gw. Sore tadi sih gw udah minta maaf kepada semua teman gw tersebut. Mereka pun sudah memberi maaf, walaupun masih terdengar rasa kesal dari suara mereka. Ya gw tau, mereka sedih karena telah disakiti, apalagi oleh teman baik sendiri. "Gw menyesal kejadian ini perlu terjadi, dan yang lebih menyesalkan lagi penyebab semua ini adalah elo", kata2 itu keluar dari mulut temen gw. Sedih. Sakit. Satu pelajaran gw ambil hari ini. Pikirkan dulu masak2 sebelum berbuat. Karena apabila sampai terlanjur berbuat salah, walaupun sudah meminta maaf dan dimaafkan, tetap rasa sakit itu akan membekas. Yang bisa gw lakukan sekarang selain meminta maaf adalah mencegah kesalahan yang gw buat semakin besar, semoga bisa sedikit mengurang rasa sakit yang dirasakan oleh temen2 gw. Karena maaf tidak memperbaiki segalanya, maka pikirkanlah segala tindakan masak2 sebelum memulai.
Coz i cant turn back time. Hope i’ll learn from this lesson.

11
Mar

Size doesnt matter.. Shape does..

9 Maret 2006 23:37 waktu kamar uut..

Gw udah mulai masuk kuliah reguler lagi. Masuk kelas lagi. Mendengarkan dosen lagi. Mulai mencatat lagi (boong deng..ga pernah nyatet gw). Yang pasti semester ini beda dengan semester2 yang udah gw lalui selama 3,5 tahun terakhir ini. Yup, gw udah mulai masuk semester terakhir dari program sarjana S-1. Kepaniteraan Umum atau yang populer dengan sebutan panum (bukan sejenis panu). Disini gw dan 161 mahasiswa lainnya dilatih untuk mengolah ilmu yang udah gw dapat selama 7 semester menjadi alat untuk memecahkan masalah, dalam hal ini menolong pasien. Dalam arti singkat, di panum ini kita memadukan semua ilmu yang kita punya di kedokteran dan dilatih cara menggunakannya. Gw pikir hal ini akan sangat menyenangkan. Ternyata..sangat membosankan. Mendingan maen ps di kos.
Tapi hari ini kekecewaan itu cukup terobati karena hari ini ada kunjungan melihat fasilitas rehabilitasi medik di Rumah Sakit Dokter Karyadi Semarang (disingkat RSDK). Kita jalan2 disitu make jas co-ass (cieh gaya). Ternyata eh ternyata yang selama ini gw selalu meremehkan RSDK dengan menganggap fasilitasnya ketinggalan jaman (dengan sebutan rumahsakit jadul, rumahsakit kere, rumahsakit malpraktek). Ternyata memiliki fasilitas yang cukup mutakhir di divisi Rehabilitasi Medik. Gw cukup terpana ketika melihat ada kolam renang di dalam ruangan dimana suhu air serta kedalaman kolamnya dapat diatur dengan mesin mutakhir tercanggih (hiperbol). Jadi lantainya bisa naik turun gitu. Keren. Trus ada treadmill yang besarnya 4 kali lipat yang ada di fitness center, mungkin bisa dipake buat latihan larinya kuda. Walaupun banyak alat yang modern, alat yang lebih tua juga masih dipertahankan. Satu contoh alat untuk meregangkan tulang punggung. Dengan alat ini, leher dan kaki kita akan ditaahan lalu ditarik ke dua arah. Persis kaya yang di tv media, gunanya buat meregangkan otot2 agar terasa rileks dan nyaman. Alat ini tidak bisa digunakan untuk menambah tinggi badan karena begitu pasien berdiri maka tulang punggung yang teregang akan kembali mengkerut lagi. Dari penjelasan tersebut gw berkesimpulan kalo yang ada di tv itu boongan, jangan percaya. Malahan dokter yang jadi tour guide kelompok gw cerita soal tinggi badan. Katanya di solo, ada tempat terapi tinggi badan dimana setelah terapi tinggi badan kita bisa nambah sampe 20 cm!! luar biasa! Kaya iklan mak erot aja "datang langsung tambah panjang". Jadi katanya, dalam program terapi ini di kaki kamu bakalan ditaruh alat berbentuk seperti obeng yang ada lingkaran pegasnya dimana obeng itu difiksasi di tulang kaki kamu dengan cara operasi. Nah obeng tersebut akan memutar pin yang tertanam di tulang kaki dan menariknya agar memanjang. Bayangkan, misal 1 hari diputar 1 mili maka dam 10 hari kaki kita akan memanjang 1cm! maka untuk menempuh tinggi badan 20 cm dibutuhkan total 20×10=200 hari. Itu kalo kita bisa nahan sakitnya dan tidak ada komplikasi apa-apa. Hebat juga. Tapi gw tidak menyarankan, ngeri kali coba bayangin ada besi yang menancap di tulang kamu dan terlihat melingkari kaki kamu. Ih serem. "Size doesnt matter. The most important is how we use it".
Oya ngomong-ngomong soal mak erot, si acen ngajakin gw nemenin dia buat merubah "alat" nya. Dia bahkan udah punya alamat lengkapnya di jalan jaksa. Duh pusing2 amat sih, emang bakalan dipake buat apaan coba. Tapi gw penasaran juga sih pengen liat kaya gimana sih prakteknya.. tapi gw ga mau nyoba loh!